Visi Sukanto Tanoto untuk Industri Kehutanan Indonesia Diwujudkan di Royal Golden Eagle

Posted by

Ayupro – Ya, pada dasarnya Sukanto Tanoto memang sudah mempraktekannya bersama grup Royal Golden Eagle. Melalui APRIL Group, anak perusahaan Royal Golden Eagle yang produksi pulp and paper, bahan baku didapatkan dari perkebunannya sendiri yang dikelola dengan menerapkan konsep terbarukan. Sukanto Tanoto bahkan sudah memberhentikan suplai kayu dari hutan, sebab yang demikian ini dinilainya akan dapat merusak kelestarian lingkungan.

Langkah yang diambil Sukanto Tanoto ini ternyata semakin membuat anak perusahaan Royal Golden Eagle tersebut semakin berkembang pesat. Kini mereka jadi salah satu pemain besar di industri pulp dan paper di dunia. Oleh sebab itulah, ketegasan aturan dari pemerintah setempat khususnya untuk industri kehutanan penting peranannya. Sehingga Sukanto Tanoto mau tidak mau harus menjaga dengan baik hutan yang ada sambil memanfaatkan hasilnya.

Sekadar informasi saja, bahwa visi Sukanto Tanoto ini memang sudah dipraktekkan di Royal Golden Eagle (RGE) dengan sangat baik. Kondisi di anak perusahaan Royal Golden Eagle, APRIL Group bisa jadi gambaran nyatanya. Mereka bisa membagi antara area konsesinya dengan area yang digunakan untuk basis produksi secara seimbang. Selain itu, APRIL Group ternyata juga tidak memanfaatkan lahan konsesinya seluas 1 juta hektar untuk urusan produksi semua.

Malah hanya separuhnya, atau sekitar 50% yang dipakai sebagai hutan tanaman industri. Setidaknya ada sekitar 23% lagi dibuka untuk umum agar masyarakat bisa menggunakannya sebagai sumber penghidupan, lalu sisanya sekitar 27% lagi digunakan untuk kawasan konservasi. Walaupun demikian, perusahaan yang ada dalam naungan Sukanto Tanoto ini ternyata mampu tetap menjaga proses produksi tetap tinggi. Salah satu kunci utama yang diterapkan Sukanto Tanoto dalam menjalankan bisnisnya tersebut adalah dengan menggunakan pemanfaatan sains.

Atas dasar itulah, Sukanto Tanoto memberikan perhatian yang cukup besar sekali terhadap perkembangan ilmu kehutanan yang ada di negeri kita ini. Sukanto Tanoto sangat berharap sekali agar kelak semakin ada banyak lagi para ilmuwan dan penelitian mengenai hutan di Indonesia. Sebagai pendorong agar harapannya terkabul, ia menggagas pendirian TFIC atau Tanoto Forestry Information Center yang akan jadi pusat penelitian serta informasi kehutanan yang ada dalam kompleks Institut Pertanian Bogor.

Kerja sama tersebut dibangun melalui Tanoto Foundation, sebab dinilainya punya kemampuan yang sangat baik dan juga pengalaman cukup panjang terhadap perkembangan ilmu kehutanan. Tanoto Foundation memberikan bantuan sebesar 8.5 miliar kepada IPB untuk pembangunan gedung TFIC. Hadirnya TFIC ini diharap agar bisa menumbuhkan kerja sama yang baik antara para pelaku industri kehutanan dalam negeri dengan perguruan tinggi. Tak hanya itu saja, kehadiran TFIC juga dimaksudkan untuk bisa merangsang jalinan relasi antar peneliti kehutanan.

Perlu untuk diketahui juga bahwa pangkal dari semua ini adalah hadirnya para peneliti kehutanan dari dalam negeri. Tak hanya itu saja, diharap pula agar ada banyak sekali riset mengenai hutan dalam negeri yang dilakukan. Sukanto Tanoto percaya betul apabila hal tersebut terjadi, maka industri kehutanan yang ada di Indonesia akan terus maju, bahkan bisa jadi pemimpin di industri kehutanan dunia. Sukanto Tanoto sudah membuktikan betapa besarnya potensi alam di Indonesia, termasuk halnya sektor kehutanan. Sukanto Tanoto memperlihatkannya melalui Royal Golden Eagle. Sebuah perusahaan yang didirikannya tersebut sudah jadi korporasi kelas internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *