Rumah Idaman di Surabaya Apa di Jogja?

Ayupro – Memiliki rumah sendiri merupakan impian dari semua orang. Rumah adalah tempat bagi sebuah keluarga untuk memulai menjalankan aktivitas sekaligus tempat berlabuh setelah semua kegiatan diakhiri. Rumah atau tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer bagi setiap orang atau setiap keluarga. Selain berfungsi sebagai tempat untuk melepas lelah, rumah juga berfungsi sebagai tempat berlindung dan membina rasa kekeluargaan. Bahkan dalam perkembangannya, rumah juga berfungsi untuk melambangkan status sosial pemiliknya.

Bagi Anda yang ingin memiliki rumah pribadi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkannya.

1. Membangun rumah di tanah/lahan sendiri

Bagi Anda yang telah memiliki tanah/lahan, Anda bisa memulai pembangunan rumah Anda dengan menyiapkan desain rumah, interior, serta eksteriornya. Lalu, pembangunan rumah bisa diawali dengan pembangunan fondasi yang kokoh, kemudian menyatukan bata demi bata dengan rapi hingga tidak lama kemudian, rumah idaman Anda telah selesai dibangun dan siap dihuni.

Namun, menjadi berbeda ketika Anda dan pasangan belum memiliki tanah/lahan.  Otomatis, Anda harus terlebih dulu membeli tanah untuk membangun rumah idaman di sana. Jika ini yang Anda pilih, satu hal penting yang harus Anda pikirkan adalah tentang harga tanah. Anda harus terlebih dulu memperhatikan kisaran harga tanah yang bisa jadi telah naik berkali lipat. Terlebih jika tanah tersebut berada di kota besar atau berada di titik-titik strategis.

2. Membeli rumah hunian baru

Sebagian orang memang lebih senang membeli rumah baru yang sudah jadi, bahkan mungkin Anda juga termasuk salah satunya di antaranya. Ya, membeli rumah sendiri memang bukan lagi hal yang sulit di era ini. Apalagi sejak kemunculan berbagai fasilitas kredit kepemilikan rumah yang ditawarkan oleh kalangan perbankan. Atau jika Anda tidak ingin terbebani dengan beban kredit setiap bulannya, Anda juga bisa memilih membeli rumah baru secara tunai.

3. Membeli rumah second hand

Selain rumah baru, baik yang Anda bangun sendiri maupun yang Anda beli, ada juga rumah second hand (rumah bekas/rumah dijual). Membeli rumah baru dan membeli rumah second hand tentu dua hal yang berbeda. Sebagian memang lebih menyukai membeli rumah baru, tapi tidak sedikit pula yang mengincar rumah second hand. Rumah jenis ini pun memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: bangunan telah siap untuk ditempati. Jadi ketika Anda telah selesai melakukan transaksi, dengan segera Anda bisa menempati rumah tersebut.

Selain itu, rumah second hand juga memiliki harga tawar yang relatif lebih murah, utamanya jika dibandingkan dengan membeli rumah baru. Tidak hanya harga beli yang lebih murah, pajak bangunan yang harus Anda bayar pun juga lebih murah dibandingkan dengan pajak bangunan rumah baru. Sedangkan jika dikaitkan dengan lingkungan sosial, rumah second hand memiliki lingkungan sosial yang lebih stabil. Mengapa demikian? Karena pada umumnya rumah ini telah berada pada lingkungan sosial yang telah lama terbentuk. Jadi, seperti kontrol sosial, sistem keamanan, dan berbagai sistem sosial lainnya telah lama berjalan. Tinggal bagaimana Anda sebagai orang baru di lingkungan tersebut menyesuaikan diri.

Dari ketiga alternatif pilihan tersebut, Anda pilih yang mana?

Selain memikirkan tentang bagaimana cara memperoleh rumah idaman, tentu sebelumnya Anda juga harus memikirkan di kota mana Anda ingin tinggal.

Untuk pasangan muda, biasanya mereka akan memilih bertempat tinggal di kota metropolis seperti Jakarta atau Surabaya. Mengingat di kota-kota ini pertumbuhan ekonomi sangat dinamis, membuat kota ini menjadi tujuan banyak orang untuk bekerja dan hidup di sana. Meski, tentu tidak semua orang memiliki pandangan tentang kota dan tempat tinggal yang sama. Ada sebagian dari mereka yang ingin hidup dengan tenang di kota kecil. Ada juga yang ingin menjalani kehidupannya di kota modern namun tidak sebising Jakarta atau Surabaya. Untuk kasus terakhir, kota Jogjakarta bisa menjadi salah satu pilihan Anda.

Pikirkan dengan matang ketika Anda mencari rumah dijual di Jogja, ketika Anda sudah yakin dengan pilihan, Anda harus siap dengan konsekuensi kesibukan dan kedinamisan Kota Pahlawan ini, sekaligus dengan aneka permasalahan kotanya. Seperti yang kita tahu, Ibu Kota provinsi Jawa Timur ini memang memiliki aktivitas ekonomi hampir setara dengan Ibu Kota Jakarta. Bahkan jika melihat sejarah, kota Surabaya ini sejak awal abad ke-20 memang telah dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan terpenting di Asia. Jadi tidak heran jika permasalahan kota seperti kemacetan dan urbanisasi juga mengiringi laju pertumbuhan dan gemerlap kotanya.

Jauh berbeda halnya dengan kehidupan yang akan Anda dapatkan jika Anda memilih bertempat tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Memiliki rumah Jogja bisa dikatakan lebih tenang jika dibandingkan dengan hidup di Surabaya. Di kota ini, Anda tetap bisa menikmati laju modernitas dan pertumbuhan ekonomi, sejajar dengan upaya pelestarian nilai-nilai budaya Jawa. Ya, hidup di Kota Budaya dan Kota Pendidikan seperti Jogja tentu menjadi keistimewaan tersendiri.

Jadi, pilih mana? Surabaya Kota Metropolis yang dinamis atau Jogja Kota Budaya yang artistik?

4 Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Ayupro – Asuransi syariah awalnya pasti membuat bingung mereka yang sudah terbiasa menggunakan asuransi konvensional. Hal tersebutlah yang kemudian membuat banyak orang yang gamang untuk berpindah ke asuransi tersebut. Untuk itulah penting sekali mengetahui perbedaan antara kedua jenis asuransi ini. Berikut ini ada 4 perbedaan yang penting untuk diketahui.

  1. Konsep Perjanjian

Perbedaan pertama dari kedua asuransi ini adalah konsep yang dimiliki. Untuk syariah maka konsep perjanjiannya adalah saling menolong dan tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan untuk asuransi yang konvensional maka konsep perjanjiannya mirip dengan konsep jual dan beli. Artinya mereka mengharapkan untung sebesar mungkin dengan kerugian sekecil mungkin.

Tidak heran apabila banyak orang yang kemudian memilih asuransi syariah dibandingkan asuransi konvensional. Termasuk pilihan terbaiknya adalah AlliSya Protection Plus yang merupakan salah satu program dari Alianz. Jenis asuransi ini akan memberikan banyak sekali keunggulan. Paling utama adalah kebebasan menentukan masa pembayaran premi.

  1. Dana

Pembeda berikutnya adalah masalah dana antara jenis asuransi dengan asuransi konvensional yang berbeda. Perlu diketahui bahwa untuk asuransi konvensional, dana yang dibayarkan melalui premi akan menjadi milik perusahaan. Dana tersebut nantinya akan menjadi hak penuh perusahaan. Sedangkan syariah, perusahaan hanya bertugas mengelola dana tersebut.

  1. Pengelolaan Dana

Pengelolaan dana juga menjadi pembeda antara asuransi konvensional dengan syariah. Seperti yang diketahui asuransi jiwa dan investasi bisa maksimal karena terdapat dana di dalamnya. Untuk konvensional maka pengelolaan dananya dilakukan sepihak oleh perusahaannya. Sedangkan untuk syariah dana dimaksimalkan dari keuntungan peserta asuransi.

  1. Terdapat Zakat

Terakhir adalah biasanya peserta dari asuransi membayar zakat dari keuntungan yang didapatkan perusahaan. Hal berbeda bagi mereka yang menjadi peserta konvensional tentunya tidak perlu membayar zakat tersebut. Namun lepas dari itu semua, zakat tentunya adalah hal baik karena bisa membantu orang lain.

Apabila Anda tergerak untuk membantu orang lain maka mengikuti program KadoUmroh Allianz bisa dipilih. Pada program ini Anda bisa merekomendasikan satu orang yang pantas untuk mendapatkan hadiah ibadah umroh secara gratis. Cerita terpilh akan mendapatkan hadiah ibadah umroh gratis dari Alianz yang merupakan perusahaan asuransi jiwa dan investasi terbaik.