3 Tes Alergi Anak yang Bisa Dilakukan di Puskesmas

3 Tes Alergi Anak yang Bisa Dilakukan di Puskesmas

Posted by

Ayupro – Alergi terjadi ketika tubuh menghaslkan reaksi berlebihan terhadap alergen yang masuk. Reaksi alergi yang dihasilkan oleh tubuh bermacam-macam, mulai reaksi ringan hingga reaksi berat yang dapat mengancam jiwa seperti reaksi anafilaksis.

Jenis alergi yang sering dialami oleh anak adalah alergi susu sapi. Anda perlu melakukan tes alergi anak untuk mendeteksi bahan atau subtansi tertentu yang menyebabkan munculnya alergi. Tes alergi anak dapat dilakukan di pusat kesehatan terdekat. Bahkan saat ini Anda bisa melakukan tes alergi anak di puskesmas terdekat.

Berdasarkan referensi dari CekAlergi, ada beberapa tes alergi anak yang dapat dilakukan seperti tes alergi melalui kulit, tes alergi melalui darah, dan diet eliminasi.

3 Tes Alergi Anak yang Bisa Dilakukan di Puskesmas

  • Tes alergi melalui kulit

Jenis tes alergi anak yang paling sering dilakukan adalah melalui kulit. Tes alergi kulit dapat dilakukan melalui tes tusuk kulit, tes kulit intramedial, dan tes tempel.

Prosedur melakukan tes tusuk kulit adalah, dokter akan membersihkan kulit pada lengan atas atau lengan bawah menggunakan alkohol, kemudian memberikan kulit akan diberikan tanda menggunakan spidol. Dokter kemudian akan meneteskan 10-12 tetes larutan campuran cairan dan alergen pada setiap tanda. Setiap tanda akan diberikan larutan dengan alergen yang berbeda. Dokter kemudian akan menusuk area kulit dengan jarum tipis dan mengamati tanda alergi yang muncul pada kulit.

Tes kulit intramedial dilakukan jika tes tusuk kulit menunjukkan tanda negatif. Prosedur  saat melakukan tes kulit intramedial adalah Dokter akan membersihkan kulit dengan alkohol dan menyuntikkan sejumlah alergen ke dalam kulit. Dokter kemudian akan memantau reaksi alergi yang muncul setelah 15-20 menit.

Tes tempel biasanya dilakukan untuk mendeteksi alergen yang menyebabkan iritasi kulit pada anak. Jenis alergen yang biasanya menyebabkan iritasi pada anak adalah logam, plastik, dan karet. Prosedur saat melakukan tes tempel adalah Dokter akan membersihkan punggung anak dengan alkohol dan menempelkan sejenis perekat yang diisi 20-30 alergen yang menyebabkan iritasi pada kulit. Setelah 2 hari, dokter akan memeriksa apakah ada reaksi alergi yang disebabkan alergen yang ditempelkan. Biasanya dokter akan kembali melakukan pemeriksaan dua hari kemudian, untuk memastikan apakah ada reaksi alergi yang tertunda.

  • Tes alergi melalui darah

Tes alergi melalui darah dilakukan jika anak dikhawatirkan mengalami reaksi alergi berlebihan saat melakukan tes alergi melalui kulit. Tes alergi melalui darah dilakukan dengan memeriksa imunoglobulin E (igE). IgE merupakan antibodi yang dihasilkan sistem imun untuk melawan zat berbahaya. Saat tubuh mengalami reaksi alergi, jumlah igE dalam tubuh akan meningkat. Tes alergi melalui darah dilakukan dengan mengambil sampel darah dan memeriksanya di laboratorium.

  • Diet eliminasi

Diet eliminasi dilakukan untuk mengetahui alergi makanan pada anak. Prosedur diet eliminasi dilakukan dengan 2 fase yaitu fase eliminasi dan pengenalan kembali. Fase eliminasi dilakukan dengan menghindari makanan yang dicurigai menyebabkan alergi. Fase eliminasi dilakukan selama 2-3 minggu. Sedangkan fase pengenalan kembali dilakukan dengan mengonsumsi kembali makanan yang dihindari secara perlahan. Dokter akan mengamati kemungkinan munculnya tanda alergi pada anak, selama fase pengenalan kembali.

Salah satu jenis alergi yang sering dialami oleh anak adalah alergi susu sapi. Padahal produk susu formula kebanyakan terbuat dari susu sapi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Morinaga menawarkan produk susu formula soya. Morinaga soya terbuat dari kedelai, sehingga aman dikonsumsi oleh anak yang alergi susu sapi. Morinaga soya juga dilengkapi berbagai nutrisi yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga menjadi generasi platinum yang unggul dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *