disentri

Jangan Abai, Ini x Gejala Anak sedang Menderita Disentri

Posted by

Ayupro – Disentri merupakan penyakit yang menyerang usus, sehingga menimbulkan peradangan dan membuat penderitanya mengalami diare parah. Salah satu penyebab penyakit ini adalah infeksi bakteri Shigella, yang sering ditemukan di tangan kotor. Anak-anak terutama sekali rentan terpapar infeksinya. Kenali gejala penyakitnya, agar pengobatan bisa diberikan sedini mungkin.

disentri

1. Terdapat Darah atau Lendir pada Tinja

Banyak yang salah kaprah, sehingga menganggap penyakit ini sama dengan diare. Memang benar keduanya menyebabkan menceret berlebihan, namun efek penyakit ini biasanya lebih parah, dengan ditandai adanya darah dan lendir pada tinja. Darah dan lendir muncul karena bakteri Shigella yang menyebabkannya, melukai dinding usus dan menyebabkan peradangan.

2. Rasa Sakit Berlebihan pada Bagian Abdomen

Abdomen merupakan bagian pada rongga perut, tempat beradanya organ pencernaan. Saat bakteri Shigella menginfeksi usus anak, maka mereka akan merasakan sakit yang teramat sangat di bagian abdomennya. Apalagi mengingat daya tahan tubuh anak tak sekuat orang dewasa, membuat infeksi bakteri Shigella bisa berlangsung lebih cepat di organ pencernaannya.

3. Anak Mengalami Mual dan Muntah

Terjadinya peradangan pada usus anak karena penyakit disentri, memicu mereka mengalami mual dan juga muntah. Akibatnya, selera makan anak pun menjadi hilang. Makanya tak mengherankan jika saat terjangkit penyakit ini, berat badan anak bisa turun drastis. Nutrisi yang seharusnya diserap tubuh, malah keluar kembali lewat muntah dan BAB yang intens terjadi.

4. Demam Tinggi

Saat anak Anda terpapar penyakit ini, maka mereka sangat rentan mengalami demam tinggi. Demam yang dialami karena penyakit akibat infeksi bakteri ini, membuat suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celsius atau bahkan lebih. Saat anak demam tinggi seperti ini, Anda sebaiknya mengompres anak dengan air hangat dan rutin memintanya minum air putih.

5. Dehidrasi

Tingginya intensitas diare dan muntah pada anak saat terserang penyakit ini, membuat mereka sangat rentan terkena dehidrasi. Mereka yang tadinya bersemangat untuk beraktivitas, menjadi lesu, lemah, dan tak bertenaga. Secara fisik dapat dilihat bahwa anak yang mengalami dehidrasi, mulutnya akan mengering, bibir pecah-pecah, dan terjadi pembengkakan pada lidahnya.

Pengonsumsian oralit merupakan salah satu cara, agar anak bisa mendapatkan cairan tambahan saat dehidrasi karena penyakit ini. Oralit akan mengganti asupan gula, garam, dan mineral yang hilang dari tubuh karena diare dan muntah. Namun, jika dehidrasinya terlampau parah, biasanya tenaga kesehatan akan memberikan cairan pengganti lewat infus.

6. Sakit Saat Buang Air Besar

Intensitas buang air besar yang meningkat saat anak terpapar penyakit ini, membuatnya berisiko mengalami luka pada bagian anusnya. Alhasil, anus pun terasa panas dan perih saat mereka sedang buang air besar. Saat anak Anda merasakan gejala ini, sebaiknya kurangi intensitas duduk dan minta mereka menghindari pemakaian celana yang ketat.

7. Kelelahan

Cairan tubuh yang begitu banyak terbuang, membuat anak tak mendapatkan nutrisi yang seharusnya mereka serap dari makanan. Alhasil, mereka pun jadi lelah dan kehilangan banyak tenaga. Istirahat yang cukup, melebihi waktu istirahat normal, sangat disarankan untuk dilakukan anak saat terpapar penyakit ini.

Itulah tadi beberapa gejala yang menandakan anak Anda sedang terpapar penyakit disentri. Walau biasanya hanya terjadi selama beberapa hari saja, namun pada kasusnya yang parah, penyakit ini dapat memicu abses hati dan kejang-kejang. Gaya hidup yang sehat, terutama rajin mencuci tangan dengan sabun, merupakan langkah tepat agar anak tak terserang penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *