Perawatan pasien stroke di rumah

Mengulas Tentang Apa yang Harus Diketahui untuk Melakukan Perawatan Pasien Stroke di Rumah

Posted by

Ayupro – Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit kritis yang saat ini banyak diderita oleh masyarakat Indonesia dengan pola hidup kurang sehat. Stroke disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah menuju otak atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga sebagian otak mengalami keterlambatan suplay oksigen yang dibutuhkan. Akibatnya sebagian tubuh yang terhubung dengan otak tersebut mengalami masalah mulai dari gangguan bicara, bergerak hingga hilangnya sebagian memori. Gangguan akibat stroke bisa dipulihkan namun bisa juga menjadi permanen sesuai dengan perawatan yang dilakukan pasca stroke. Bagi pasien stroke, mendapatkan terapi adalah hal yang sangat penting agar ia bisa kembali seperti semula meski memerlukan waktu cukup panjang. Karena itu, bagi keluarga dengan penderita stroke, diharapkan dapat melakukan terapi stroke di rumah atau pun memanggil pelayanan fisioterapis ke rumah sehingga terapi yang dibutuhkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Untuk Anda yang memiliki keluarga penderita stroke, memberikan terapi di rumah sebagai lanjutan terapi yang diberikan di rumah sakit pasca serangan stroke merupakan cara penyembuhan yang sangat penting. Hal ini akan membantu pasien untuk lebih cepat mengembalikan kemampuannya yang hilang akibat stroke. Untuk bisa memberikan perawatan yang tepat, Anda juga harus mengetahui cara memberikan terapi sesuai dengan kondisi pasien. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui saat harus melakukan perawatan pasien stroke di rumah:

Perawatan pasien stroke di rumah

1. Mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari rumah sakit.

Sebelum pasien diperbolehkan pulang, keluarga sebaiknya mencari informasi sebanyak mungkin bagaimana cara merawat pasien di rumah dari dokter yang merawat. Apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

2. Terapi.

Beberapa keluarga juga memberikan terapi untuk penderita stroke dengan mengikuti layanan di rumah sakit selain memberikan terapi di rumah. Saat mengantar pasien untuk terapi, Anda juga bisa belajar bagaimana cara memberikan terapi sehingga bisa diulang di rumah.

3. Mencegah luka di tubuh pasien.

Luka mudah timbul pada pasien stroke yang tidak bisa duduk atau berdiri. Bagi pasien yang sehari-hari hanya berbaring saja, luka mudah timbul di bagian punggung. Begitu juga pasien yang baru bisa duduk, luka akan mudah timbul di area pantat akibat tekanan berat tubuh. untuk meminimalisir resiko tersebut, secara rutin pindahkan posisi pasien sehingga tekanan bisa lebih merata. Selain itu berikan tempat tidur atau kursi roda yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang lebih baik.

4. Latihan gerak.

Anda bisa memberikan terapi latihan gerak sesuai dengan sesi terapi yang diberikan di rumah sakit. Namun jika pasien tidak mengikuti sesi terapi, mulailah memberikan latihan gerak dimulai dari bagian gerak tubuh seperti tangan dan kaki. Cegah kekakuan otot dengan mengusahakan terjadi gerak di semua sendi dan otot secara rutin.

5. Cegah dehidrasi.

Pasien stroke seringkali mengalami gangguan bicara dan memori sehingga tidak bisa mengekspresikan diri dengan baik. Anda harus peka terutama agar pasien tidak dehidrasi dengan secara rutin memberikan minuman menggunakan sendok ataupun sedotan.

6. Olahraga ringan.

Setelah pasien lebih baik, mulai membiasakan diri berolahraga atau setidaknya beraktivitas fisik seperti berjalan kaki dan mengangkat beban.

Itulah teknik perawatan pasien stroke di rumah yang sebaiknya diketahui dan dipraktekkan oleh Anda yang memiliki keluarga pasca stroke. Pasien stroke membutuhkan pendampingan keluarga untuk membantunya berlatih hingga mendapatkan kembali kemampuan yang hilang. Proses ini bisa memakan waktu sehingga kesabaran pasien dan keluarga sangat dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *