ppn

PPN : Pengertian dan Pengusaha Kena Pajak

Posted by

Ayupro РPPN tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda.. terutama para pelaku bisnis. PPN biasanya tercantum dalam struk pembayaran ketika Anda membeli suatu barang. Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan pada transaksi jual beli yang dilakukan oleh perseorangan ataupun  badan usaha.

ppn

Pengertian PPN

PPN singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai merupakan pungutan yang dibebankan transaksi jual-beli barang dan jasa yang dilakukan oleh wajib pajak badan maupun wajib pajak pribadi. Para pengusaha yang berkewajiban memungut, menyetor dan melaporkan PPN yaitu para penjual dan pengusaha yang mengkukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Seorang konsumen bertindak sebagai pihak yang membayar PPN melalui transaksi yang mereka lakukan dengan PKP. Biasnya PPN akan dicantumkan dalam struk belanja agar lebih jelas dan transparan oleh kedua belah pihak.

PPN ini sudah diatur dalam UUD No. 43 tahun 2009. Isi undang-undang berkaitan dengan apa saja yang termasuk objek yang dikenakan PPN, tarif, tata cara pelaporan dan penyetoran, dan lain-lain. Salah satu objek yang dikenakan PPN yaitu penyerahan barang kena pajak dan JKP di daerah.

Beberapa contoh objek yang dikenakan PPN seperti impor barang, pemanfaatan tidak berwujud dari luar daerah, penyerahan aktiva, ekspor barang kena pajak berwujud dan tidak bewujud, kegiatan membanun sendiri bangunan.

Pengusaha Kena Pajak

Pengusaha Kena Pajak atau disingkat PKP merupakan pihak yang memungut PPN dari konsumen dan wajib menyetorkan dan melaporkan kepada negara. PKP wajib menyetorkan dan melaporkan PPN setiap tanggal di akhir bulan.

Tidak semua pengusaha dan pedagang otomatis menjadi PKP karena tergantung berdasarkan nilai transaksinya. Sesuai dalam ketentuan yang sudah ditetapkan, perusahaan maupun seorang pengusaha yang ditetapkan sebagai PKP jika transaksi penjualannya melebihi Rp. 4,8 miliar dalam setahun. Jika Anda tidak melebihi angka tersebut, Anda bisa langsung mencabut permohonan pengukuhan sebagai PKP.

Tidak semua barang yang dijual akan dikenakan PPN. Seperti barang pertambangan, barang kebutuhan pokok, uang dan emas batangan, jasa layanan medis, jasa keuangan, pendidikan, asuransi dan  kebutuhan pokok.

PPN yang disetorkan oleh PKP terdiri dari dua pajak yaitu pajak masukan dan pajak keluaran. Dengan menjadi seorang PKP, maka Anda wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang. Pajak Keluaran yaitu pajak yang harus dikeluarkan ketika seorang PKP membeli maupun membuat sebuah produk. Sedangkan Pajak Masukan adalah pajak yang dipungut ketika PKP menjual produknya.

Akuntansi ukm perlu Anda perhatikan dengan detail dan rinci agar Anda bisa mengetahui apakah usaha yang Anda jalankan terkena PPN atau tidak. Memang dalam pembukuan akuntansi terlalu rumit dan tidak semua pengusaha bisa menggunakan, sehingga memerlukan bantuan orang lain.

Namun kini hal tersebut tidak lagi sulit karena telah hadir akuntansi ukm BukuKas yang siap mempermudah usaha Anda. PPN akan diketahui dengan mudah ketika menggunakan layanan dari aplikasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *